Kota Probolinggo Dipenghujung Tahun, Pedagang Jagung Diserbu Pembeli

  • Whatsapp

EXPOSEINDONESIA.COM, Probolinggo – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur di dalam Kota Probolinggo. Permintaan jagung pun di Pasar tradisional mengalami peningkatan.

Salah satu pedagang, Fiki (45) mengatakan peningkatan permintaan karena selain banyak masyarakat yang mengkonsumsi jagung bakar di musim penghujan, juga untuk pesta jelang pergantian baru.

Kini dirinya melayani permintaan jagung hingga 5 kuintal perhari. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan mengalami peningkatan hingga 50 persen lebih.

“Biasanya, permintaan jagung akan mengalami puncaknya pada minggu akhir bulan Desember dimana banyak warga yang menggelar acara akhir tahun dengan bakar jagung bersama keluarga atau rekan-rekannya.

Untuk memenuhi tingginya permintaan jagung di bulan Desember ini, Fiki mengaku memiliki kerjasama dengan beberapa pengepul dari daerah Lumajang, Kediri dan Malang. Selama ini dirinya tinggal melakukan komunikasi dengan para pengepul jagung,”jelasnya. Kamis (31/12/2020).

Penjual lainnya, Harto (38) menurutnya, penjualan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya yang begitu kurang diminati. “Setiap tahun saya berjualan jagung, saat ini saya baru saja menggelar lapak dan langsung diburu warga,” ujarnya.

Harga jagung yang ditawarkan pun relatif murah, antara Rp 7.500/kg. Hari hari biasa harga jagung hanya R.2.500,-/kg,memasuki perayaan tahun baru naik menjadi Rp 7.500/kg,” jelasnya.

Pembeli Yanti mengatakan, dibandingkan membeli ikan laut yang saat ini begitu mahal, jagung menjadi salah satu alternatif untuk merayakan pergantian tahun, di samping harganya yang murah dan dapat terjangkau.

“Daripada bakar petasan atau kembang api yang bikin habis uang, bakar jagung enak bikin kenyang dan murah meriah juga,” pungkasnya.(yuli)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *